Jatimmuda โ Kepemimpinan baru DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 dinilai perlu memberikan ruang lebih besar kepada generasi milenial dalam struktur kepengurusan. Regenerasi dianggap penting untuk menghadapi perubahan karakter pemilih sekaligus mempersiapkan mesin partai menuju Pemilu 2029.
Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan tantangan partai politik di era digital semakin kompleks. Partai tidak cukup hanya mempertahankan pola lama, tetapi perlu terus memperbarui citra dan strategi untuk menjangkau kelompok pemilih baru, khususnya generasi muda.
"Partai tentu saja perlu membangun, membarukan, renewable (terbarukan) citra berkelanjutan melalui aksi yang fungsional untuk meraih ceruk baru pemilih milenial," kata Surokim, Selasa (1/9).
Menurut Surokim, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menempatkan lebih banyak kader milenial dalam jajaran fungsionaris partai. Generasi muda dinilai memiliki perspektif dan cara komunikasi yang lebih dekat dengan karakter pemilih baru yang akan semakin menentukan pada Pemilu 2029.
"Banyak ahli melihat agar renewable action berkelanjutan tadi bisa dilakukan dengan memasukkan energi-energi baru dari kalangan milenial dalam jajaran fungsionaris partai," ujarnya.
Momentum tersebut kini berada di tangan Emil Elestianto Dardak setelah kembali mendapat mandat penuh dari 40 pemilik suara Musda VII 29 Agustus kemarin. Setelah Musda, salah satu agenda penting berikutnya adalah menyusun struktur kepengurusan baru, mulai sekretaris, bendahara hingga berbagai bidang organisasi.
Surokim menekankan regenerasi bukan berarti menyingkirkan kader senior. Menurutnya, Demokrat Jatim justru perlu memadukan energi generasi muda dengan pengalaman kader senior. "Regenerasi ini akan menjamin keberlanjutan partai dengan ditopang oleh mentor-mentor senior yang bisa menguatkan soliditas organisasi," jelasnya.
Komposisi kepengurusan periode 2026-2031 nantinya akan menjadi salah satu indikator arah pembaruan Demokrat Jatim di bawah Emil. Selain menjaga soliditas internal, struktur baru dituntut mampu memperkuat ideologi, melakukan ekspansi politik, serta merancang program yang relevan dengan perubahan perilaku dan kebutuhan pemilih menuju 2029.
"Memasukkan energi muda sebagai fungsionaris partai itu conditio sine qua non atau syarat mutlak untuk kebutuhan partai zaman now," tegas Surokim.
Dengan waktu sekitar tiga tahun menuju Pemilu 2029, regenerasi kepengurusan menjadi salah satu pekerjaan strategis Demokrat Jatim untuk memperluas basis pemilih sekaligus menyiapkan kader-kader baru sebagai kekuatan politik masa depan.
